Senin, 26 Januari 2015

Cara Mengajar Tentang Dosen Teori Organisasi 1

             Menurut pandangan saya tentang  cara mengajar dosen teori organisasi 1 cukup efektif dalam melatih mahasiswa membuat karya tentang keterampilan mereka di situs internet , mahasiswa dapat berkembang dengan membuat dan mencari ilmu ilmu yang ada di dalam internet . setiap mahasiswa diwajibkan untuk mengutip apa yang mereka baca di internet, ini bertujuan agar mahasiswa dapat benar benar memahami apa yang mereka buat dan apa yang mereka kerjakan , tidak hanya sekedar mengcopas hasil karya orang lain . cara ini sangat berpengaruh terhadap semua mahasiswa untuk melatih mereka belajar dari internet.

             Dosen teori organisasi 1 juga mengajarkan mahasiswa untuk tampil di depan kelas untuk mempresentasikan tugas yang dia buat , cara ini sangat bagus untuk mahasiswa agar mahasiswa mempunyai pengalaman tentang karya yang mereka buat untuk ditampilkan kepada seluruh teman temannya dan dosen. cara ini untuk melatih mental mahasiswa sehingga tidak grogi dan dapat tampil di depan banyak orang ketika mereka sidang nanti, karna setiap mahasiswa harus mampu menampilkan dan menunjukan apa yang mereka bisa pada saat sidang nanti.

20 hal yang harus ditambahkan atau di rubah ataupun di hilangkan di universitas gunadarma

1.Seharusnya mahasiswa dapat memilih jam dan dosen terlebih dahulu tanpa harus ditentukan oleh kampus (dirubah)

2.Mahasiswa kurang bisa leluasa menggunakan fasilitas kampus untuk kegiatan organisasi kampus (dirubah)

3.Perlengkapan fasilitas kelas utuk belajar mengajar sedikit kurang (ditambahkan)

4.Daya tampung mahasiswa terlalu banyak tidak sesuai dengan besarnya kampus (dirubah)

5.Kebersihan kampus yang masih kurang (dirubah)

6.Keamanan kampus yang masih kurang (dirubah)

7.Sistem pengisian rencana studi yang kurang efisien (dirubah)

8.Pelayanan situs online kampus yang kurang baik (dirubah)

9.Parkir kendaraan kurang luas (ditambah)

10.Tidak adanya pemilihan rektor (dirubah)

11.Penggunaan ilounge yang tidak jelas (dirubah)

12.Banyak praktikum yang kurang penting (dihilangkan)

13.Kurangnya tempat ibadah (ditambah)

14.Kurangnya ketersediaan tempat sampah (ditambah)

15.Membuat gedung sesuai fakultas (dirubah)

16.Hilangkan cara penilaian ujian utama (dihilangkan)

17.Memberika fasilitas kantin (ditambah)

18.Perketat larangan merokok di koridor (dirubah)

19.Kurangnya Wifi kampus (ditambah)

20.Jumlah pohon yang sangat sedikit (ditambah)

Minggu, 21 Desember 2014

Ceritakan bagaimana cara anda dalam mempengaruhi orang lain untuk membuat suatu keputusan yang menurut anda adalah yang terbaik

Cara mempengaruhi orang lain untuk membuat suatu keputusan yang menurut kita yang terbaik adalah  :

meyakinkan dengan tindakan yang tidak meragukan dan pasti sehingga orang tersebut tertarik dengan kita dan tentu saja dengan menyiapkan bukti bukti yang bisa kita tunjukan kepada orang tersebut sehingga suatu keputusan dapat dipercaya dan disajikan dengan jelas dan baik kepada orang lain


Nama : Bimo Risdianto
kelas  : 2 KA 11
Npm  :11113750

Sebutkan hal hal apa sajakah yang dapat menimbulkan konflik organisasional

Faktor penyebab konflik


 - Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.

 - Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.

 - Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.

  - Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.


4. Jenis-jenis konflik


Menurut Dahrendorf, konflik dibedakan menjadi 4 macam :
 A. Konflik antara atau dalam peran sosial (intrapribadi), misalnya antara peranan-peranan dalam keluarga atau profesi (konflik peran (role))

B. Konflik antara kelompok-kelompok sosial (antar keluarga, antar gank).

 C. Konflik kelompok terorganisir dan tidak terorganisir (polisi melawan massa).

 D. Koonflik antar satuan nasional (kampanye, perang saudara)

E. Konflik antar atau tidak antar agama

F. Konflik antar politik.

* Tambahan dari saya menurut saya terdapat banyak definisi mengenai konflik yang bisa jadi disebabkan oleh perbedaan pandangan dan setting dimana konflik terjadi dan  hal ini disebabkan karena adanya pandangan yang berbeda mengenai apakah konflik merugikan, hal yang wajar atau justru harus diciptakan untuk memberikan stimulus bagi pihak-pihak yang terlibat untuk saling berkompetisi dan menemukan solusi yang terbaik

sumber :http://rezamustikakusuma.blogspot.com/2012/11/manajemen-konflik-dalam-organisasi.html

Jelaskan mengenai konflik organisasional dan sebutkan jenis jenis dari konflik tersebut

Konflik dalam masyarakat adalah perbedaan pendapat yang wajar yang diakibatkan karena individu-individu atau kelompok-kelompok yang ada, berbeda sikap, kepercayaan, nilai-nilai, atau kepentingan. Konflik dapat juga berasal dari persaingan masa lalu dan perbedaan kepribadian. Penyebab konflik lainnya adalah ketika usaha negosiasi dilakukan pada waktu yang tidak tepat atau sebelum informasi yang dibutuhkan diperoleh.1.Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.


Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya. Dengan dibawasertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.

*jenis-jenis konflik

1) Konflik Intrapersonal
Konflik intrapersonal adalah konflik seseorang dengan dirinya sendiri. Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.

2) Konflik Interpersonal
Konflik Interpersonal adalah pertentangan antar seseorang dengan orang lain karena pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain. Konflik interpersonal ini merupakan suatu dinamika yang amat penting dalam perilaku organisasi. Karena konflik semacam ini akan melibatkan beberapa peranan dari beberapa anggota organisasi yang tidak bisa tidak akan mempngaruhi proses pencapaian tujuan organisasi tersebut.

3) Konflik antar individu-individu dan kelompok-kelompok
Hal ini seringkali berhubungan dengan cara individu menghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh dapat dikatakan bahwa seseorang individu dapat dihukum oleh kelompok kerjanya karena ia tidak dapat mencapai norma-norma produktivitas kelompok dimana ia berada.

4) Konflik interorganisasi
Konflik intergrup merupakan hal yang tidak asing lagi bagi organisasi manapun, dan konflik ini meyebabkan sulitnya koordinasi dan integrasi dari kegiatan yang berkaitan dengan tugas-tugas dan pekerjaan



2.a.Teori motivasi hirarki (Abraham maslow)


Penjelasan mengenai konsep motivasi manusia menurut Abraham Maslow mengacu pada lima kebutuhan pokok yang disusun secara hirarkis. Tata lima tingkatan motivasi secara hierarkis ini adalah sbb:

• Kebutuhan yang bersifat fisiologis (lahiriyah). Manifestasi kebutuhan ini terlihat dalam tiga hal pokok, sandang, pangan dan papan. Bagi karyawan, kebutuhan akan gaji, uang lembur, perangsang, hadiah-hadiah dan fasilitas lainnya seperti rumah, kendaraan dll. Menjadi motif dasar dari seseorang mau bekerja, menjadi efektif dan dapat memberikan produktivitas yang tinggi bagi organisasi.

• Kebutuhan keamanan dan ke-selamatan kerja (Safety Needs) Kebutuhan ini mengarah kepada rasa keamanan, ketentraman dan jaminan seseorang dalam kedudukannya, jabatan-nya, wewenangnya dan tanggung jawabnya sebagai karyawan. Dia dapat bekerja dengan antusias dan penuh produktivitas bila dirasakan adanya jaminan formal atas kedudukan dan wewenangnya.
• Kebutuhan sosial (Social Needs).
Kebutuhan akan kasih sayang dan bersahabat (kerjasama) dalam kelompok kerja atau antar kelompok. Kebutuhan akan diikutsertakan, mening-katkan relasi dengan pihak-pihak yang diperlukan dan tumbuhnya rasa kebersamaan termasuk adanya sense of belonging dalam organisasi.

• Kebutuhan akan prestasi (Esteem Needs).
Kebutuhan akan kedudukan dan promosi dibidang kepegawaian. Kebutuhan akan simbul-simbul dalam statusnya se¬seorang serta prestise yang ditampilkannya.

• Kebutuhan mempertinggi kapisitas kerja (Self actualization).
Setiap orang ingin mengembangkan kapasitas kerjanya dengan baik. Hal ini merupakan kebutuhan untuk mewujudkan segala kemampuan (kebolehannya) dan seringkali nampak pada hal-hal yang sesuai untuk mencapai citra dan cita diri seseorang. Dalam motivasi kerja pada tingkat ini diperlukan kemampuan manajemen untuk dapat mensinkronisasikan antara cita diri dan cita organisasi untuk dapat melahirkan hasil produktivitas organisasi yang lebih tinggi.

Teori Maslow tentang motivasi secara mutlak menunjukkan perwujudan diri sebagai pemenuhan (pemuasan) kebutuhan yang bercirikan pertumbuhan dan pengembangan individu. Perilaku yang ditimbulkannya dapat dimotivasikan oleh manajer dan diarahkan sebagai subjek-subjek yang berperan. Dorongan yang dirangsang ataupun tidak, harus tumbuh sebagai subjek yang memenuhi kebutuhannya masing-masing yang harus dicapainya dan sekaligus selaku subjek yang mencapai hasil untuk sasaran-sasaran organisasi.

*Tambahan dari saya :
di setiap organisasi pasti sewaktu waktu akan menimbulkan konflik apapun kebutuhan dan masalahnya perlu nya kerja sama yang sangat tinggi untuk mencapai tujuan dari organisasi tersebut.
sehingga setiap konfilik yang terjadi mempunyai solusi dan jalan keluarnya ssecara cepat.

sumber : http://marlonboby.wordpress.com/2011/04/21/yang-dimaksud-dengan-konflik-sebutkan-jenis2-konflik/


Sabtu, 22 November 2014

Curriculum Vitae

                                                         
DATA PRIBADI

Nama                         : Bimo Risdianto
Tempat tanggal lahir : Jakarta , 18 November ,1995
Jenis kelamin            :  Laki – laki
Agama                       : Islam
Tingi badan               : 178 cm
Berat badan               : 68 kg
Alamat                      : JL. Tole Iskandar , perumahan Mutiara Depok blok
                                    NB/4 RT.10 RW.13, kelurahan Sukmajaya kecama
                                    tan Sukmajaya , Depok timur
Status                        : Belum menikah
No.handphone          : 083898319654
E-mail                       : memory_lineage@yahoo.com

DATA PENDIDIKAN
Sekolah dasar     : SDS Tugu ibu depok
SMP                    : Yasporbi 2 jakarta selatan
SMA                   : Negri 109 Jakarta Selatan
Perguruan tinggi :  Universitas Gunadarma Sistem Informasi S1 semester (3)

PENGALAMAN ORGANISASI
2008 -2009     : Organisasi OSIS
2008 – 20013 : UK Karate cabang Jakarta Selatan

PRESTASI
2010   : Juara (2)  Karate cabang  ranting Jakarta Selatan


Hal - hal penting yang dibutuhkan untuk membuat suatu organisasi

1. Mengenali orang yang akan diajak berorganisasi dan lingkungan organisasi
Suatu organisasi tidak dapat disebut organisasi apabila didalamnya terdiri dari satu individu saja. Mengenali orang di sekitar kita penting, bagaimana kepribadiannya, apakah dia suka tantangan serta hal-hal yang baru. Selanjutnya, apakah orang tersebut suka bekerjasama dalam kelompok. Setiap orang memiliki pribadi yang berbeda-beda, ada yang suka bekerja sendiri, adapula yang suka bekerja dalam satu tim. Orang yang suka bekerjasama dalam satu tim dapat dimasukkan dalam daftar.
lingkungan organisasi berkenaan dengan ruang lingkup organisasi ini, misalnya organisasi kemahasiswaan fakultas bisnis Universitas Kristen Duta Wacana untuk mempersatukan mahasiswa fakultas bisnis. Terkadang organisasi tidak berjalan baik, saat lingkungan tidak mendukung. Organisasi mahasiswa tanpa dukungan kampus akan pudar kemudian menghilang.

2. Membuat nama organisasi
Nama menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah organisasi. Memberikan nama pada sebuah organisasi gampang-susah, harus disesuaikan dengan tujuan organisasi.

3. Menyusun kegiatan
Dalam hal ini, kegiatan apa saja yang akan dilakukan selama organisasi ini berjalan atau akan menjadi organisasi yang monoton. Penyusunan kegiatan dapat dikerjakan melalui rapat. Kegiatan jangan berbelit-belit, sesuai dengan arah dan tujuan organisasi.

4. Membagi pekerjaan
Masing-masing anggota inti dalam organisasi memiliki pekerjaan berbeda-beda. Pekerjaan berbeda ini, selanjutnya digabung menjadi kesepahaman. Ketua dan sekretaris memiliki pekerjaan yang berbeda, kemudian menjadi gabungan yang saling terkait. Ketua dan sekretaris bekerjasama dalam pencatatan hasil rapat.

5. Melaksanakan kegiatan
Ketika semua yang dibutuhkan telah terpenuhi, saatnya melaksanakan kegaitan. Misalnya, pertemuan pertama diadakan.

6. Memiliki hubungan yang luas dengan pihak tertentu
Hubungan dengan pihak tertentu sangat penting demi kelancaran organisasi, pihak lain akan sangat membantu. Organisasi bekerjasama dengan pihak lain memiliki keuntungan yang sama. Misalnya, organisasi program studi teknik informatika mengadakan pameran hasil karya mahasiwa teknik informatika dan mendapat sponsor dari microsoft indonesia. Pameran berjalan dengan baik, sekaligus nama microsoft semakin baik karena membantu mahasiswa dalam berinovasi, orang akan menghargai microsoft.

7. Mencari dana untuk kegiatan
Dana memberikan dampak besar terhadap organisasi. Dana yang tidak cukup membuat organisasi berjalan mundur. Organisasi seperti mahasiswa fakultas bisnis bisa memperoleh dana dengan melakukan kegiatan tertentu seperti menjual makanan di kampus atau memberikan proposal pada fakultas.


*Tambahan dari saya
kesimpulanya adalah untuk setiap membuat organisasi harus di siapkan dengan tepat sehingga tidak ada timbul masalah ketika organisasi itu berlangsung.

sumber : http://sevenfold07.blogspot.com/2012/11/sebutkan-hal-hal-penting-dalam.html